DPR RI  

H. Rokhmat Ardiyan Tanggapi Warga Terdampak Bau Menyengat Bendungan Kuningan

KUNINGAN, DjalapaksiNews – Ratusan warga Dusun Wanaasih, Desa Randusari, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, memadati lokasi kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pembagian bantuan sosial pada Selasa (5/8/2025) siang. Aksi itu merupakan bentuk keprihatinan atas bau menyengat yang diduga kuat berasal dari aliran limbah Bendungan Kuningan.

Suasana di lokasi sempat penuh haru dan amarah. Lebih dari 157 KK mengeluhkan dampak buruk yang mereka rasakan selama berbulan-bulan. Gangguan kesehatan seperti asma, sesak napas, hingga asam lambung disebut makin parah akibat aroma tak sedap yang terus menyeruak, terutama pada malam hari.

Menanggapi hal ini, Anggota DPR RI Komisi XII H. Rokhmat Ardiyan, MM, turun langsung ke lokasi untuk menyerap aspirasi warga. Ia menyebut, kondisi yang terjadi sudah sangat mengkhawatirkan dan perlu penanganan serius.

“Jangankan manusia, hewan pun menjauh. Ini harus segera diuji di laboratorium dan saya akan kawal langsung sampai ke kementerian terkait,” tegas Rokhmat Ardiyan di hadapan warga.

Bendungan Kuningan yang memiliki luas sekitar 220 hektare ini disebut memiliki dampak bau yang luar biasa, bahkan melebihi Bendungan Darma. Warga berharap kehadiran pemerintah pusat bisa membawa solusi nyata terhadap permasalahan ini.

Dandim 0615/Kuningan, Letkol Arh Kiki Aji Wiryawan yang turut hadir, menjelaskan ada beberapa langkah taktis yang bisa dilakukan, seperti perpanjangan kanopi untuk meredam hembusan bau ke arah permukiman. Namun, ia juga mengakui bahwa opsi relokasi warga dibahas untuk jangka panjang.

“Relokasi mungkin akan dilakukan secara bertahap karena menyangkut anggaran yang cukup besar. Saat ini ada 157 KK atau sekitar 443 jiwa yang terdampak langsung,” ujarnya.

Selain itu, pihak BBWS juga telah menyiapkan tiga titik toren air bersih yang telah diuji dan dinyatakan aman untuk konsumsi masyarakat.

Meski begitu, warga masih belum puas. Kepala Desa Randusari, Tata Kasta, menegaskan bahwa relokasi adalah harapan utama warganya saat ini. Ia juga menyampaikan keluhan lain terkait akses jalan ke lahan milik warga yang terhambat saluran irigasi.

“Kami sudah lama mengajukan permohonan pembangunan jalan lingkar, karna ada tanah warga sekitar 20 hektar yang tidak bisa di akses karena tertutup oleh Bendungan Kuningan.” Ungkap Tata.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir anggota DPRD Kuningan Fraksi Gerindra Nurcholis Mauludinsyah, Camat Cibeureum Asep Dudi Riyadi, Danramil 1506/CBB Kapten Inf Nandang Hendarsyah, Kapolsek Cibingbin Iptu Afriando Kusdarmanto, Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Idik Sidik, tim Poskesdim 0615/Kuningan, serta tokoh masyarakat.

Warga berharap agar pemerintah daerah maupun pusat dapat segera mengambil langkah konkret guna mengatasi masalah bau menyengat dan mencarikan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat terdampak.

(A. Sulis)

 

(A. Sulis)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *