KUNINGAN, DjalapaksiNews – Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Ciporang resmi meluncurkan unit usaha baru bertajuk “Bhakti Usaha”, Selasa (5/8/2025). Usaha ini menjadi langkah nyata koperasi dalam menjawab kebutuhan sembako murah dan berkualitas, tak hanya bagi anggotanya, tapi juga bagi masyarakat Kelurahan Ciporang secara luas.
Dalam peluncuran perdananya, Bhakti Usaha langsung mendistribusikan 306 botol minyak goreng kemasan 800 ml kepada warga yang telah melakukan pemesanan. Langkah ini menandai dimulainya sistem pelayanan berbasis pre order (PO) yang akan menjadi andalan distribusi kebutuhan pokok oleh koperasi.
“Alhamdulillah, hari ini kita mulai bergerak. Launching Bhakti Usaha ini bukan hanya soal sembako, tapi tentang komitmen kami memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” tegas Ir. Yanyan Anugraha, Wakil Ketua Bidang Usaha KKMP Ciporang.
Ketua KKMP Ciporang, Dedi Kusnadi, menambahkan bahwa program ini adalah bagian dari rencana kerja koperasi tahun 2025/2026 yang telah mendapat restu dari dewan pengawas dan pemerintah kelurahan.
“Kami ingin koperasi benar-benar terasa manfaatnya. Setiap minggu, anggota bisa memesan kebutuhan pokok seperti beras, telur, mie, hingga minyak goreng, melalui sistem PO yang simpel tapi efektif,” ujar Dedi.
Tidak berhenti di sembako harian, KKMP Ciporang juga membuka layanan suplai kebutuhan hajatan warga. Berbagai bahan seperti beras, minyak, daging ayam dan sapi, gula, hingga mie instan akan disediakan dengan harga grosir dan kualitas yang terjamin.
Sementara itu, Kepala Kelurahan Ciporang, Dadan Sudiana, S.Kom, mengapresiasi terobosan koperasi ini. Ia mendorong pengurus agar tak berhenti berinovasi.
“Jadikan Bhakti Usaha sebagai tonggak awal ekspansi koperasi. Saya dengar juga akan ada kerja sama dengan transportasi online Gof4n, ini potensi besar untuk menyerap tenaga kerja lokal dan menambah sumber pendapatan koperasi,” kata Dadan.
Unit usaha Bhakti Usaha tak hanya menjadi simbol gerakan ekonomi warga, tetapi juga bentuk nyata semangat gotong royong dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Koperasi pun kini tak sekadar nama—tetapi hadir nyata di tengah warga.
(A. Sulis)












